ANTOLOGI PUISI

PUISI 1 KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO

SAAT SEBELUM BERANGKAT

mengapa kita masih juga bercakap

hari hampir gelap

menyekap beribu kata diantara karangan bunga

di ruang semakin maya, dunia purnama

sampai tak ada yang sempat bertanya

mengapa musim tiba-tiba reda

kita di mana. waktu seorang bertahan di sini

di luar para pengiring jenazah menanti

1967

PUISI 2: CHAIRIL ANWAR

NISAN Untuk nenekanda

Bukan kematian benar menusuk kalbu

Keridlaanmu menerima segala tiba

Tak kutahu setinggi itu di atas debu

Dan duka maha tuan bertakhta

Oktober 1942

PUISI 3: SUTARJI

BELAJAR MEMBACA

kakiku luka

luka kakiku

kakikau lukakah

lukakah kakikau

kalau kakikau luka

lukakukah kakikau

kakiku luka

lukakaukah kakikau

kakiku luka

lukakaukah kakiku

kalau lukaku lukakau

kakiku kakikaukah

kakikaukah kakiku

kakiku luka kaku

kalau lukaku lukakau

lukakakukakiku lukakakukakikaukah

lukakakukakikaukah lukakakukakiku

1979

SUTARJI CALZOUM BACHRI

 

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s